mengapa harus menulis..?? itu adalah pertanyaan seorang sahabat, bagiku menulis adalah hal yang menyenangkan, dapat meredam emosi dan menenangkan jiwa. "nggak segitunya kali ruq" selanya kala itu ketika aku sedang mendiskripsikan mengenai indahnya menulis. memang terkadang bagi orang lain yang belum terbiasa tidak akan percaya bahkan tidak akan pernah percaya dengan apa yang aku katakan, tapi kalau kamu mau bukti mari kita buktikan, sederhananya seperti ini saja, coba kamu bertanya kepada para novelis mengenai indahnya menulis, atau orang-orang yang suka atau pernah menulis cerpen, tanyakan kepada orang-orang yang suka menulis puisi. jawaban mereka mungkin berbeda-beda akan tetapi ending-nya akan sama bahwa menulis itu benar-benar indah. Dulu sekali ingin rasanya menjadi seorang novelis, bisa menulis dengan rangkaian kata-kata yang indah sehingga dapat membuat para pembaca hanyut dalam kata-kata. sekarangpun kalau ditanya masih memiliki keinginan untuk menulis, jawabannya "ya" dengan suara yang lantang dan tegas.
Sebenarnya menulis bukanlah hobi, hanya karena kebiasaan saja dari dulu menulis, asal muasalnya adalah karena aku memiliki kepribadian Introvert. istilah itupun baru ku dengar ketika aku menduduki bangku kuliah. Intinya orang-orang introvert itu adalah orang yang tertutup ketika memiliki masalah, mereka cenderung untuk memendamnya sendiri, selalu memilih untuk sendiri dan tidak terlalu menyukai keramaian, dan masih banyak lagi perilaku-perilaku aneh dari orang-orang yang introvert, mengapa aneh, karena banyak teman-temanku yang mengatakan bahwa aku adalah orang yang aneh. Dari hasil tes STIFIn juga sama yaitu aku adalah orang Thinking Introvert (Ti), kalau mau mengetahui kelanjutan mengenai kepribadian introvert tanyakan saja pada mbah google
jadi kenapa harus menulis, ya tepatnya karena aku adalah orang yang tidak suka untuk menceritakan masalah-masalah yang aku alami kepada orang lain, maka jalan satu-satunya adalah menulis. ketika sekolah dulu aku memiliki buku diary, aku sangat senang sekali menuliskan kejadian yang aku alami setiap hari, apapun itu ku tuliskan dalam buku diaryku, ketika merasa sedih karena rindu pada keluarga, dihukum oleh ustadz karena belum menyetor hafalan, atau bahkan dapat to'am (makanan ringan/cemilan) dari kakak kelas, pokoknya banyak hal yang aku tuliskan didalam diaryku. Sampai sekarang akupun tetap menulis, tapi tidak lagi didalam buku diary, wadah yang aku gunakan adalah blog, walau semua tulisanku akan dibaca orang lain bukan masalah bagiku, yang penting aku bisa menulis.

No comments:
Post a Comment
terimakasih telah membaca dan meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf atas ketidak nyamanan yang kamu rasakan ketika berkunjung disini,.
jangan lupa untuk berkunjung kembali ya, dan nantikan kisah-kisah seru lainnya,. (^_^)