kali ini aku tidak menceritakan kejadian hari ini, karena hari ini aku memilih untuk sendiri, sebenarnya juga lagi-lagi tak ingin menulis, tapi tiba-tiba aja dapat insight, jadinya nyasar juga, buka laptop dan online sampai batas waktu yang tidak ditentukan.
kali ini aku cuman mau berterimakasih, yang jelas aku berterimakasih kepada Allah yang telah mempertemukan aku kepada orang-orang hebat yang ada didunia ini.
terimakasih telah mengirimkan orang yang tepat untuk menemani kesendirianku sekarang.
terimakasih karena dirimu telah mengatakan aku orang yang aneh beserta alasannya
"maaf, aku sebenarnya begitu marah mendengarkan alasan yang kamu utarakan, makanya aku seketika diam dan tak mau berbicara, aku orangnya sensitif, mudah tersinggung, jadi wajar saja kalau sikapku demikian, kalau memikirkan itu, aku benar-benar sakit hati, entah mau menyalahkan siapa, menyalahkan hidup..?? menyalahkan diriku sendiri..?? menyalahkan kedua orang tuaku..?? atau menyalahkan orang-orang yang berpikiran sama..?? tapi tak mungkin semua itu aku lakukan, aku hanya bisa pasrah. menerima apa adanya, karena aku hanya manusia biasa"
"maaf, aku sebenarnya begitu marah mendengarkan alasan yang kamu utarakan, makanya aku seketika diam dan tak mau berbicara, aku orangnya sensitif, mudah tersinggung, jadi wajar saja kalau sikapku demikian, kalau memikirkan itu, aku benar-benar sakit hati, entah mau menyalahkan siapa, menyalahkan hidup..?? menyalahkan diriku sendiri..?? menyalahkan kedua orang tuaku..?? atau menyalahkan orang-orang yang berpikiran sama..?? tapi tak mungkin semua itu aku lakukan, aku hanya bisa pasrah. menerima apa adanya, karena aku hanya manusia biasa"
terimakasih atas keterbukaan itu "walau sebenarnya pahit, tapi itulah kata pepatah yang aku pakai sampai sekarang, "katakan walau sebenarnya itu pahit",.. dengan itu aku selalu menggembor-gemborkan kepada orang lain untuk selalu terbuka, mengatakan apa adanya tanpa harus menambah dan mengurangi, aku sadar akan alasan yang kau berikan, kucuba untuk menerima, sehingga aku membiarkan pikiranku mencerna kata-kata yang kau utarakan"
terimakasih atas waktumu yang telah menemaniku dikala aku ingin sendiri "hhmm, entah ini dikatakan prinsip atau tidak, yang jelas dikala aku menginginkan untuk sendiri maka aku menolak untuk hadir dikeramaian, aku cuman mau sendiri saja, seperti postinganku sebelumnya yang aku benar-benar pengen sendiri sampai-sampai ada yang mengetuk pintupun aku tak menjawabnya, tapi kali ini beda, entah kenapa aku menjadi sedikit terbuka, akhh, kau mengalahkan prinsipku, jangan diulang yaa"
ahhhkkk, aku tak tahu lagi apa yang harus aku tulis, karena aku bingung sendiri dengan diriku,.
maaf jika selalu mengganggumu,.
terimakasih sekali lagi, mudah-mudahan kita menjadi teman yang baik. (^_^)

No comments:
Post a Comment
terimakasih telah membaca dan meninggalkan komentar di blog ini, mohon maaf atas ketidak nyamanan yang kamu rasakan ketika berkunjung disini,.
jangan lupa untuk berkunjung kembali ya, dan nantikan kisah-kisah seru lainnya,. (^_^)