lagi-lagi tak bisa tidur, susah sekali rasanya untuk memanjakan diri jika malam datang menghampiri, hadir untuk menemani orang-orang yang lelah, untuk menemani tidur lelap mereka, mengiringi kepada mimpi yang indah, ingin rasanya merasakan hal itu, bisa terlelap tanpa ada yang mengganggu.
aku hanya duduk seorang diri disini, masih disini di kamar kosong bercat putih, hanya suara jam yang berdetak yang kudengar, sunyi sepi, seakan-akan jam mungil berwarna hijau itu sedang menasehatiku, ketika aku bosan mendengarnya, akupun memukul meja menggunakan jari, jam mungil itupun tak mau kalah, seakan-akan dialah yang berkuasa malam ini sehingga ia mulai mengeraskan suara detakannya.
kucoba untuk menghibur diri, mencoba memutar memory masa lalu, mengingat teman-temanku, ku buka album biru, kubiarkan pikiranku membaca album itu, ku temukan sebuah foto, seorang sahabat, ya.. aku masih menganggapnya sebagai sahabatku, kubiarkan pikiranku membuka halaman selanjutnya, kulihat pertama kali aku bertemu dengannya, kami tak begitu dekat, aku cuek diapun demikian, akan tetapi aku berusaha untuk mengakrabkan diri kepadanya, karena aku tak mau dia yang menjadi bahan cemoohan teman-temanku yang lain, aku tak mau membiarkan itu, sehingga aku berusaha untuk menjadi teman yang baik untuknya.
aku tak tahu kapan kita menjadi begitu akrab, sehingga kita melakukan hal bodoh, ya.. ku katakan hal bodoh karena itu semestinya tak boleh terjadi, kita merasa puas, bahagia dan entah apalah namanya, tapi sebenarnya kita akhirnya merasakan penyesalan yang begitu sangat.
aku tak tahu lagi harus berbuat apa, kau marah kepadaku..?? maafkan aku hanya karena sifatku kala itu, aku terlalu manja dihadapanmu, maafkan akan hal itu, maafkan atas semuanya, aku harap engkau bisa memaafkanku, jujur.. aku sama sekali tak pernah menyalahkanmu, walau sebenarnya katamu itu adalah salahmu,. sekali lagi maafkan aku..
dulu, aku berjanji tak akan pernah menghubungi dirimu, demi kebaikan kita berdua, aku tepati itu, tapi kita adalah sahabat, ingatlah tak perlu waktu lama untuk menyayangi seseorang akan tetapi perlu waktu lama untuk melupakan seseorang, dan itu yang aku alami, tak semudah mebalikkan telapak tangan untuk melupakan kisah yang pernah kita alami, kisah yang sudah terpotret dan tersusun rapi didalam album biru itu,.
bisakah kita mengubah semuanya untuk menjadi lebih baik..?? bisakah kita hidup normal seperti dahulu..?? masih bisakah kita untuk menjadi sahabat yang baik..?? aku menuggu jawabanmu, kapanpun dimanapun. (⌣́_⌣̀)

hmmmm, bukan untuk dilupakan, tapi tidak untuk di kenang...loh????
ReplyDelete